Katup lambung (LES) melemah atau tidak menutup sempurna sehingga asam lambung mudah naik ke kerongkongan.
Makan dalam porsi besar yang membuat tekanan di dalam lambung meningkat.
Langsung berbaring setelah makan, terutama kurang dari 2–3 jam setelah makan.
Obesitas atau kelebihan berat badan, yang meningkatkan tekanan pada rongga perut.
Kehamilan, karena perubahan hormon dan tekanan dari rahim pada lambung.
Konsumsi makanan berlemak, gorengan, atau makanan cepat saji yang dapat memperlambat pengosongan lambung.
Makanan dan minuman pemicu, seperti makanan pedas, cokelat, kopi, teh berkafein, minuman bersoda, dan makanan asam pada sebagian orang.
Merokok, yang dapat melemahkan fungsi katup lambung.
Konsumsi alkohol, yang dapat mengiritasi kerongkongan dan memengaruhi fungsi katup lambung.
Stres, yang dapat memperburuk gejala GERD meskipun bukan penyebab langsung.
Hiatal hernia, yaitu kondisi ketika sebagian lambung menonjol ke rongga dada sehingga meningkatkan risiko refluks.